MENGATASI TANTANGAN KEUANGAN DI INDUSTRI KONSTRUKSI

How to deal with financial hardship in the construction industry

Seringkali kita menemui kondisi sulit walaupun kita sudah mengoperasikan usaha konstruksi dengan efektif dan efisien, dimana pengaruh eksternal seperti perlambatan ekonomi dapat menghambat rencana bisnis anda dan menghalangi anda untuk meraih target pertumbuhan bisnis.

Sementara sektor konstruksi telah bangkit dari masa krisis ekonomi, peta perekonomian telah berubah secara drastic sejak waktu lalu. Krisis keuangan menyebabkan terjadinya perubahan dalam industri konstruksi yang menghasilkan:

  • Penawaran untuk memperoleh kontrak kerja yang semakin agresif.
  • Biaya operasi yang semakin ketat.
  • Menurunnya tingkat keuntungan.
  • Kontraktor semakin memperluas wilayah operasinya.

Apabila anda dihadapkan dengan salah satu factor yang tersebut di atas, maka hal tersebut dapat berakibat pada kesulitan untuk mengamankan kontrak kerja, ketidakmampuan menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan budget atau bahkan menghindarkan kondisi wanprestasi sehingga Bank Garansi Jaminan pelaksanaan dan Jaminan Tender dapat diklaim oleh bouwheer. Fleksibilitas perusahaan anda dibuuhkan sehingga dapat segera merespon atas perubahan trend di pasar. Pertimbangkan beberapa tips dalam menghadapi kebutuhan keuangan di industry anda sebagai berikut : 

 

1. Desain kontrak kerja anda secara lebih detail

Perusahaan konstruksi pada umumnya seperti anda seringkali menggunakan satu standar kontrak kerja untuk  seluruh proyek anda. Hal ini perlu mendapat perhatian anda karena satu standar kontrak seringkali tidak memadai untuk seluruh proyek anda, dimana anda perlu untuk mendesain kontrak anda sehingga sesuai dengan pekerjaan tertentu, yang mengarah kepada kemungkinan dibutuhkan addendum dan perubahan atas kontrak di masa yang akan datang. Hanya apabila detail pekerjaan telah dituangkan secara jelas di dalam kontrak kerja anda, ketidakjelasan kontrak kerja dapat berakibat pada perusahaan anda harus bekerja lebih banyak dari seharusnya. Hal ini seringkali disebut dengan scope creep, dan hal ini akan berakibat pada perusahaan akhirnya hanya mencari Break Even atau lebih parah mengalami kerugian dalam menjalankan kontrak kerja tersebut.

 

2. Implementasi Sistem ERP

Pada waktu tertentu, perusahaan anda akan mengerjakan beberapa kontrak kerja yang tersebar di berbagai lokasi yang berjauhan satu sama lain.Tentunya seluruh data keuangan terkait dengan multi proyek ini tersimpan di komputer masing-masing proyek dan dalam banyak kasus dalam bentuk dokumen. Ketiadaan akses langsung kepada informasi penting ini, project manager dan pengawas proyek tidak maampu untuk mengambil keputusan yang tepat dalam pekerjaan. Hal ini dapat berujung kepada budget yang tidak terkontrol, penundaan skedul kerja atau kelebihan pekerjaan.

Implementasi sistem cloud-based enterprise resource planning (ERP) dapat memindahkan seluruh data keuangan perusahaan anda di database yang diakses dari berbagai channel seperti mobile phone dengan koneksi internet. Sistem ERP dapat menolong perusahaan konstruksi anda untuk menghemat biaya dan memastikan setiap proyek selalu dalam budget yang ditetapkan, jadwal dan cakupan pekerjaan yang telah ditetapkan. Sementara implementasi system seperti ini membutuhkan investasi awal yang cukup besar, di masa depan hal ini dapat membantu perusahaan anda lebih efektif dan efisien.

Apabila anda belum siap untuk investasi system ERP, anda dapat memulai melalui implementasi Fleet Management Tool untuk mengerti lebih baik tentang uptime alat berat anda, penggunaan bahan bakar, lokasi mesin dan pola operasi.

 

3. Pemanfaatan Opsi Pembiayaan Alat Berat 

Hal termudah untuk melakukan penghematan biaya overhead adalah dengan melakukan pembiayaan sewa guna usaha alat berat. Daripada membiayai sendiri seluruh pembelian alat berat yang dibutuhkan untuk operasi harian, penggunaan opsi pembiayaan alat berat akan memberikan fleksibilitas keuangan lebih baik dan kemampuan untuk alokasi sumber daya yang sesuai dengan kebutuhan. Penggunaan dana internal dapat untuk pembayaran gaji, biaya marketing,pembayaran supplier, dimana hal ini membantu anda untuk mengantisipasi perubahan dalam industry anda dan tetap dalam persaingan.

Perusahaan Pembiayaan Captive seperti Cat Financial dapat membantu organisasi anda untuk pembiayaan yang mudah dan skedul pembayaran yang sesuai dengan kebutuhan anda dalam menghadapi segala tantangan keuangan dan melanjutkan upaya anda untuk mengembangkan perusahaan konstruksi anda.