4 Cara Mudah untuk Mengatasi Hambatan Keuangan

Permintaan yang tinggi dan sumber daya yang tidak memadai dapat menempatkan bisnis apapun dalam kondisi yang dilematis.Hambatan keuangan untuk bertumbuh dapat membatasi perusahaan untuk mencapai target bisnis yang ditetapkan dan tidak dapat meraih peluang baru muncul. Selanjutnya, hambatan keuangan dapat memicu perlambatan bagi perusahaan ketika masalah ini tidak diselesaikan segera.

Ketika mencari jalur untuk menembus batas hambatan pertumbuhan perusaan anda, pertimbangkan 4 cara dibawah ini :

 

1. Evaluasi Kebutuhan Anda

Melakukan evaluasi kebutuhan anda adalah langkah penting dapat upaya untuk memperkuat area bisnis anda yang membutuhkan peningkatan, investasi atau perhatian lebih. Ketidaktahuan tentang kebutuhan untuk sukses dapat mengakibatkan bisnis anda stagnan dan tidak ada pertumbuhan dari waktu ke waktu.

Faktor penting yang seringkali hilang dari suatu bisnis adalah akses untuk kepemilikan alat berat produksi. Terlepas dari bidang industri konstruksi, agrikultur, pertambangan atau industri lain yang membutuhkan penggunaan alat berat, memperoleh opsi pembiayaan alat berat  dapat menjadi duri dalam daging untuk banyak bisnis. 

 

Equipment leasing can be an easy way to free up capital and grow your construction firm.

Sewa Guna Usaha Alat Berat dapa menjadi cara yang mudah untuk membebaskan anda dari tuntutan modal diawal dan mendorong pertumbuhan perusahaan konstruksi anda.
 

2. Perencanaan Tujuan Bisnis

Setelah melakukan evaluasi atas kebutuhan anda, di titik ini anda telah memiliki informasi yang dibutuhkan untuk menyusun perencanaan bisnis anda untuk mencapai tujuan bisnis ke depan.  Apapun rencana bisnis anda seperti memperoleh beberapa prospek client baru, target pendapatan di angka tertentu atau strategi perusahaan lain yang lebih spesifik, anda tetap harus memperhitungkan cara untuk membiayaai seluruh rencana anda.

Salah satu cara termudah untuk membebaskan modal kerja anda adalah melalui penggunaan sewa guna usaha untuk membiayai pembelian alat berat anda. Sewa guna usaha (leasing) alat berat anda memberikan anda keleluasaan untuk menggunakan dana internal anda dibandingkan apabila digunakan untuk pembelian alat berat baru anda. Dengan melakukan ini, hal ini dapat mendorong fleksibilitas dalam perusahaan anda untuk mengalokasikan sumber daya anda untuk rencana pertumbuhan ke depan seperti kenaikan gaji dan biaya marketing.

 

3. Monitor Perkembangan Perusahaan 

Setelah anda menetapkan target bisnis, anda perlu mengimplementasikan proses untuk monitor perkembangan perusahaan dalam perjalanan mencapai target tersebut. Apabila anda tidak mempunyai cara untuk monitor perkembangan perusahaan anda, maka anda tidak akan dapat mengukur kesuksesan implementasi rencana perusahaan anda

 

""Sistem ERP merupakan cara terbaik untuk monitor key performance indicators (KPIs)."

 

Salah satu cara untuk membantu monitoring KPIs adalah melalui penggunaan sistem enterprise resource planning tool. Banyak dari sistem ini dengan menggunakan cloud-based dan menyediakan akses real-time access untuk informasi berharga tentang armada alat berat anda. Sistem ini pada umumnya memberikan visual tentang status, jenis pekerjaan dan tenggat waktu penyelesaian seluruh proyek, sehingga membantu perusahaan anda untuk tetap berada pada skedul dan sesuai dengan budget.

Sebagai tambahan, paket teknologi seperti Product Link mengirim data dari alat berat anda untuk memberikan tambahan pengetahuan tentang lokasi, status dan produktivitas alat berat anda. Anda sekaligus memperoleh akses laporan kondisi dan tingkat utilisasi alat, beserta peta dan kemampuan dari armada gabungan alat berat anda.

Sebuah langkah yang baik apabila anda melihat gambaran menyeluruh terhadap operasi perusahaan anda sehingga dapat menarik kesimpulan apakah perusahaan anda siap untuk bertumbuh. Selain itu juga merupakan ide bagus untuk fokus terhadap penyempurnaan proses internal, disamping anda juga dapat mempertimbangkan apakah perusahaan anda cocok untuk berkompetisi di pasar dibandingkan dengan kompetitor dan supply chain.Hal ini memberikan gambaran baik untuk melihat adanya potensi.

 

4. Tinjau kembali Tujuan atau Kebutuhan Bisnis Anda

Visi perusahaan anda untuk meraih tujuan bisnis seharusnya jangan menjadi sebuah visi yang kaku. Selang beberapa waktu, tujuan awal bisnis anda mungkin sudah tidak lagi sesuai dengan persaingan di pasar. Seraya perubahan terjadi, faktor eksternal dan internal yang baru dapat membuat perusahaan anda harus berubah. Faktor-faktor ini meliputi harga material, peraturan baru dari pemerintah atau instansi terkait, kompetisi yang kian ketat dan lainnya.

Rencana bisnis utama anda seharusnya tidak hanya dinamis, tapi juga harus mampu menyesuaikan dan mengikuti dengan kondisi yang terjadi di pasar. Empat cara ini tidak akan menjamin anda dapat mengatasi seluruh hambatan yang ditemui perusahaan anda, tetapi akan membantu mengarahkan perusahaan anda ke jalur yang benar dan memposisikan perusahaan untuk terus meraih sukses di waktu yang akan datang.